Langsung ke konten utama

Obat Dan Pengobatan Hipertensi

     
Hipertensi biasanya disebut dengan penyakit darah tinggi. Adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat. Tekanan darah yang tinggi diakibatkan volume darah lebih besar dibandingkan ruangan yang tersedia pada pembuluh darah. Tekanan darah normal pada saat istirahat berkisar 100-140 mmHg (sistolik) dan 60-90 mmHg (diastolik).
     Tekanan darah tinggi berada pada nilai 130/80 mmHg atau lebih.Tekanan darah tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala. Hipertensi yang sangat berat harus diturunkan menjadi 100-110 mmHg selama 24 jam, tekanan harus diturunkan lagi selama 2-3 hari berikutnya. Strategi menurunkan tekanan darah bisa melalui penurunan curah jantung atau resistensi perifer. Resistensi perifer dipengaruhi oleh:
1. Penurunan frekuensi denyut jantung
2. Penurunan kontraktilitas jantung
3. Penurunan retensi air dan natrium
    Obat hipertensi diklasifikasikan menjadi lima yaitu:
1. Obat yang memepengaruhi resistensi perifer, meliputi:
  a. α blocker
  b. Calcium anatagonist
  c. Gol. Nitrat
2. Obat diuresis (penurunan volume). Golongan obat dengan potensi menengah yang menurunkan
    tekanan darah dengan cara menghambat reabsorpsi sodium pada daerah awal tubulus distal ginjal,
    meningkatkan ekskresi sodium dan volume urin. Obat yang termasuk dalam golongan ini meliputi:
  a. Thiazid
  b. Furosemid
  c. Diuresis hemat kalium
3. Obat yang mempengaruhi sistem renin-angiotenin, meliputi:
  a. ACE ( Angiotensin Converting Enzyme) Inhibitors
  b. Antagonist reseptor angiotensin II
4. Obat yang mempengaruhi curah jantung, meliputi:

  a. Non-Selective β Blockers
  b. Selective β Blocker
5. Obat bereaksi pada pusat (Central Blockers), meliputi:
  a. Klonidin
  b. Metildopa
  c. Guanabenz
     Efek antihipertensi terjadi pada dosis rendah dan peningkatan dosis tidak memberikan manfaat pada tekanan darah. Tekanan darah dapat diturunkan melalui terapi yang tepat, sehingga menurunkan resiko strok, jantung dan gagal ginjal. Pola makan sehat dengan sedikit garam, olahraga, dan mengonsumsi obat dapat menurunkan tekanan darah. Untuk menurunkan tekanan darah perlu juga perawatan diri berupa:
1. Latihan fisik
2. Manajemen stress
3. Penghentian merokok
4. Memonitor tekanan darah dirumah
5. Diet rendah sodium




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahayanya Kanker Leher Rahim

kanker leher rahim atau biasa disebut kanker serviks merupakan penyakit yang hanya menyerang wanita. Kanker serviks adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Human Papiloma Virus (HPV). Serviks adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan pada wanita. Menurut data Kemenkes RI, terjadi 15000 kasus kanker setiap tahunnya di Indonesia. Virus ini termasuk virus ganas karena mengalami pembelahan dengan cepat, tidak terkendali dan tanpa disadari. Kanker serviks ini tidak menunjukkan gejala yang khas pada stadium awal, namun pada satdium lanjut dapat dilihat dengan gejala-gejala berikut: 1. Keputihan tidak biasa 2. Pendarahan post coitus 3. Pendarahan setelah menopause 4. Mengeluarkan cairan kekuningan 5. Berbau dan bercampur nanah Penelitian mengungkapka bahwa angka harapan hidup pada penderita kanker serviks tergantung stadium yang dialami. Meskipun demikian, angka harapan hidup hanya hitungan persentase...